Apakah Anak yang Penurut Adalah Anak Baik?

28 October 2016 | by Administrator
        Sebagai orangtua pasti menjadi kebanggaan sendiri jika memiliki anak yang penurut dan selalu mendengarkan apa perkataan orangtua. Pasalnya anak penurut disebut sebagai anak yang baik dan sopan. Benarkah demikian?
Dr.Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si, psikolog anak, berpendapat bahwa orangtua sebaiknya jangan pernah berharap untuk mempunyai anak yang penurut, tapi berharaplah mempunyai anak yang bisa diajak bekerjasama. Kak Seto mencontohkan sebaiknya orangtua jangan hanya menanyakan nilai mata pelajaran anaknya di sekolah, namun cobalah menanyakan perasaan si anak saat di sekolah, bagaimana hubungan dengan teman-teman dan gurunya. Dengan cara seperti ini maka orangtua menghargai faktor emosi yang dimiliki oleh anaknya.
 Psikolog Adib Setiawan, M.Psi. mengatakan biasanya orangtua bertipikal otoriter akan menuntut anaknya untuk menjadi anak yang penurut. Kepatuhan yang didasari rasa takut bisa berakibat buruk pada kepribadian dan kehidupan sosial anak. Psikolog ini menjelaskan, anak akan jadi pribadi yang tertutup, pendiam dan kerap kesulitan untuk mengatasi masalahnya sendiri karena selalu bergantung dan terbiasa diatur orangtua tanpa kesempatan berpendapat.
         Bunda boleh saja berbangga hati jika memiliki anak yang penurut namun harus tetap waspada, karena anak yang penurut biasanya akan tumbuh menjadi anak yang cenderung pasif dan kurang mandiri karena hanya melakukan suatu hal setelah disuruh atau diperintahkan oleh orangtua. Selain itu ternyata jika anak Anda terbiasa dan menjadi penurut, selalu mengiyakan perkataan orangtua tanpa membantah, kemungkinan besar akan rentan terhadap bully saat dia beranjak dewasa. Ketika di rumah terbiasa menuruti semua perkataan orangtua, maka ketika di sekolah atau ketika keluar dari lingkungan rumah, anak akan sulit untuk memberikan pendapatnya sendiri. Contohnya, saat ia dipukul temannya ia akan diam saja dan hanya akan menangis saat sampai di rumah. Mengapa demikian? Bisa jadi karena ia tidak dibiasakan untuk mengutarakan pendapatnya sendiri.
       Oleh karenya jika anak Anda menolak melakukan sesuatu saat Anda memintanya, orangtua patut berbangga karena sejak masih kecil dia sudah mampu berpendapat. Misalnya ketika Bunda meminta mereka membereskan mainan dan si kecil menolaknya, jangan langsung memarahinya, bisa jadi ia masih ingin bermain atau ia belum bisa membereskannya sendiri. Ingatlah usia anak berkaitan dengan kemandiriannya. Contohkanlah pada anak dengan membantunya membereskan mainan setelah selesai bermain. Percayalah dengan berjalannya waktu, ia akan terbiasa sendiri nantinya untuk belajar bertanggung jawab dengan apapun yang ia lakukan.