Baikkah Anak Yang Sering Mimpi Buruk?

04 April 2016 | by Administrator

Banyak anak yang sering mengalami mimpi buruk, namun sebagai orang tua terkadang Anda menyepelekannya. Bagi Anda mimpi itu hanya sebagai bunga tidur yang tidak ada artinya, atau menganggap anak hanya kecapean sehingga mengalami mimpi yang buruk. Padahal, menurut studi yang dipublikasikan pada British Journal of Psychiatry, anak-anak yang sering mengalami mimpi buruk cenderung mengalami masalah psikologis ketika mereka beranjak remaja.

Para peneliti menganalisis data 4000 anak-anak di Inggris yang lahir di tahun yang sama hingga mereka berusia 18 tahun. Dari hasil penelitian itu diketahui bahwa anak-anak yang mengalami mimpi buruk dan night terror di umur 12 tahun kemungkinan mengalami masalah psikologis ketika mereka berusia 18 tahun. Sebenarnya masalahnya adalah anak-anak yang mengalami mimpi buruk berkelanjutan akan mempengaruhi kemampuan mereka di sekolah bahkan hingga mereka kuliah.

Anak yang sering mengalami mimpi buruk biasanya menyimpan masalah yang menjadi beban fikirannya sehingga terbawa pada alam bawah sadar mereka. Ada baiknya sebagai orang tua Anda harus selalu mengajaknya berbincang tentang segala hal, sehingga mereka juga akan terbiasa dan tidak sungkan menyampaikan apa yang mengganjal dalam hati dan fikiran mereka. Anda pun harus menjadi pendengar yang baik bagi mereka. Karena sudah seharusnya orang tua menjadi orang yang paling mengetahui keadaan anak. Tentu saja komunikasi Anda dan anak yang harus selalu terjaga baik. Jangan sampai mereka menyimpan sendiri masalah atau beban fikiran yang mereka hadapi. Semoga bermanfaat.