Benarkah Anak Cadel Karena Lidahnya Pendek?

07 October 2016 | by Administrator

Sangatlah wajar jika anak balita masih belum fasih atau belum terlalu jelas dalam berbicara. Biasanya Salah satu kesulitan yang dihadapi seorang anak balita saat belajar bicara adalah mengucapkan huruf “R” atau biasa disebut dengan cadel. Cadel sebetulnya wajar terjadi pada anak-anak, mengingat autonomi lidah si Kecil yang belum sempurna. Namun apabila hingga usia sekolah anak masih cadel, perlu di waspadai ya Bunda.

Kebayakan orang mengira cadel disebabkan lidah yang pendek, tetapi sebenarnya ini disebabkan karena adanya perbedaan pada bagian yang bernama frenulum linguae. Frenulum linguae dapat dilihat ketika Anda menggerakkan lidah ke atas. Terdapat seperti jaringan yang menghubungkan antara dasar mulut dan lidah. Perbedaan panjang dan pendek frenulum linguae inilah yang menyebabkan lidah sulit bergetar, sehingga pada akhirnya menyebabkan kesulitan pelafalan salah satu jenis huruf.

Menurut dr. Meta Hanindita dari RS Dr Soetomo Surabaya, dikutip dari pemberitaan Detik Health (26/11) cadel merupakan ketidakmampuan seseorang mengucapkan atau membunyikan huruf tertentu. Meta menambahkan, bahwa cadel tidaklah berbahaya dan cadel tidak hanya pada huruf S atau R saja, tapi ada pula huruf T, P, atau L. Sebenarnya cadel disebabkan oleh faktor psikologis dan fisiologis. Penyebab psikologis dapat berupa pengaruh lingkungan, seperti mengajak bicara anak dengan bahasa yang dicadel-cadelkan. Kebanyakan orangtua selalu mencadel-cadelkan ucapannya ketika berbicara dengan si anak ketika masih kecil. Hal itu tidak dianjurkan karena dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan si anak dengan pengucapan seperti itu. Maka berkatalah secara benar dengan anak setiap harinya, lakukan disaat yang menyenangkan seperti saat menggendongnya, saat bercerita atau saat mengobrol santai di ruang keluarga.

Namun jika cadel terjadi karena faktor fisiologis berupa gangguan pada bagian pendengaran, gangguan pada otak dan gangguan di wilayah mulut, segeralah konsultasikan pada dokter spesialis anak untuk merefrensikan kepada ahli terapi wicara yang bisa dikunjungi.