Benarkah Salak akan Buat Anak Susah BAB?

09 December 2016 | by Administrator

                Bunda pasti sudah tidak asing lagi dengan buah salak. Yap, rasanya memang manis. Namun ada sebagian pula yang rasanya masam. Tidak sedikit orangtua yang melarang anaknya untuk memakan buah salak, pasalnya mitos lama telah beredar bahwa jika makan buah salak akan membuat BAB anak menjadi susah. Benarkah mitos tersebut?

                Salak adalah buah pohon yang biasa tumbuh didaerah tropis, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam maupun Thailand. Di indonesia sendiri terdiri dari bermacam macam jenis salak, seperti salak Bali dan Salak Pondoh, sesuai dengan nama daerah dimana salak tersebut dibudidayakan. Rasanyapun berbeda beda tiap salak, mungkin karena keadaan tanah, ketinggian tanah, suhu yang berbeda ditiap daerah. Rasanya bisa manis, asam, manis asam dan sepet.

                Salak diyakini bisa mengobati sakit diare. Juga bermanfaat untuk kesehatan kulit dan kuku. Dalam mengkonsumsi buah salak, sebaiknya tidak membuang kulit ari buah salak (kulit tipis yang menempel pada buah salak) karena kulit ari tersebut ternyata berkhasiat dalam memperlancar BAB. Salak juga ternyata bermanfaat untuk kesehatan mata.

Penelitian oleh Nurfi Afriansyah, MSc dari Pusat Litbang Gizi dan Makanan Departemen Kesehatan RI menyebutkan bahwa kandungan betakaroten dalam 100 gram salak lebih banyak 5,5 kali dari buah mangga, 3 kali dari buah jambu biji dan 5 kali dari buah semangka merah. Betakaroten adalah salah satu zat anti oksidan yang banyak terdapat dalam sayuran wortel, yang notabene sangat berkhasiat untuk kesehatan mata.

                Oleh karena itu Bunda, tidak ada salahnya untuk memberikan buah salak pada anak, namun jangan kupas kulit arinya ya, justru itu memiliki kandungan yang baik untuk anak. Ternyata salak buat sembelit itu hanya mitos Bunda, lantaran selama ini cara makan salak yang salah karena dikupas kulit arinya.