Dampak Anak Menggendong Tas Terlalu Berat

30 September 2016 | by Administrator

Anak-anak sekolah zaman sekarang sering terlihat membawa buku dan perlengkapan sekolah yang lain didalam tas nya. Mungkin hal tersebut sudah biasa terlihat pada anak-anak apalagi yang sekolahnya dengan system full day. Namun pernahkah Bunda merasa khawatir dengan hal kebiasaan seperti itu? Banyak yang mengatakan menggendong tas terlalu berat akan menyebabkan tubuh si anak menjadi pendek atau menghambat pertumbuhannya?

Sebenarnya hingga saat ini, tidak ada bukti mengenai tas sekolah yang terlalu berat dapat menghambat pertumbuhan seorang anak. Namun, studi dalam jurnal Pediatric Physical Therapy mengungkapkan, bahwa tas yang terlalu berat, dapat membuat tubuh cenderung membungkuk. Ini merupakan dampak dari bergesernya titik berat tubuh. Dengan tubuh yang membungkuk, maka tubuh juga akan terlihat lebih pendek, sehingga seolah-olah pertumbuhannya terhambat. Selain tubuh akan menjadi bungkuk, membawa tas yang terlalu berat juga menyebabkan nyeri di bagian pinggang.

Maka jangan terus dibiarkan anak membawa beban berat dalam tas nya, apalagi jika anak sering mengeluh tentang tas mereka yang keberatan. Sebaiknya berat beban di dalam tas anak hanya 10%-15% dari berat badan mereka. Jika memang karena kewajiban di sekolah membawa banyak buku apalagi buku tebal maka pisahkan beban. Misalnya gunakan tas kecil untuk menjinjing beberapa buku.

Selain itu, hindari penggunaan tas yang hanya bertumpu pada salah satu pundak seperti tas selempang. Tas yang terlalu berat pada salah satu bahu akan menimbulkan kompensasi pada tubuh dengan menaikkan bahu tersebut. Efek yang ditimbulkan dalam jangka waktu panjang adalah terjadi pembengkokan tulang belakang.

Meski belum ada bukti bahwa tas sekolah yang terlalu berat akan menghambat pertumbuhan anak, sebaiknya beban di dalam tas yang dibawa harus dibatasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan seperti bentuk tulang yang menjadi tak normal.