Dampak Negatif Media Sosial untuk Anak

29 July 2016 | by Administrator

Zaman sekarang ini adalah zaman dimana semua orang memiliki pertemanan di internet atau bisa dibilang media sosial. Tidak terkecuali anak-anak. Begitu mudahnya mengakses internet sehingga anak-anak pun dapat ber-media sosial di dunia maya. Tidak ada salahnya memang jika hal tersebut digunakan untuk hal yang positif.

Namun, bagi anak usia di bawah 12 tahun, sebaiknya tidak mempunyai media sosial. Menurut psikolog anak dan remaja Ika Putri Dewi, M.Psi, alih-alih memperbanyak pertemanan di media sosial, yang harus ditekankan pada anak usia ini adalah pembentukan konsep diri. Selain itu, di usia ini mereka lebih disarankan berinteraksi langsung dengan teman-temannya. Menurutnya, internet hanya sebatas untuk mengerjakan tugas atau mencari informasi dengan cepat saja.

Meski demikian, orangtua juga sangat berperan penting untuk mengawasi kegiatan anak-anak di media sosial, terlebih bagi mereka yang belum benar-benar matang. Hal ini dikarenakan mereka yang belum matang secara emosional, cenderung gampang menjadi kecanduan. Selain itu, orangtua juga harus memberitahukan batasan-batasan pada anak ketika memberikan gadget. Mereka harus diberi ketegasan bahwa tujuan memberi gadget itu apa, kapan anak boleh berinternet dan sebagainya.

Orangtua juga sebaiknya lebih maju satu langkah dibanding anaknya. Jika Bunda tidak tahu dengan media sosial atau aplikasi tertentu, jangan segan untuk minta ajari anak, karena orangtua minimal sudah tahu apa yang dilihat anak. Memang saat ini ada tools yang dapat mengontrol apa yang bisa dilihat anak di internet, namun itu belum tentu efektif. Jangan mudah mempercayakan begitu saja pada alat, tetap harus ada komunikasi yang baik antara orangtua dan anak tentang batasan-batasan dan etika memakai internet atau media sosial.