Digigit Capung Biar Berhenti Mengompol?

14 October 2016 | by Administrator

            “Sudah besar kok masih ngompol? Sini dek pusarnya Bunda kasih capung, biar digigit sama capungnya”. Anggapan seperti itu pasti sudah sering Bunda dengar dikalangan masyarakat, terutama bagi orangtua dulu. Banyak orangtua yang masih melakukan hal tersebut untuk mengatasi masalah anaknya yang susah berhenti mengompol.

Lalu apakah  memang betul gigitan capung dapat menghentikan anak yang masih mengompol?

                Menurut Marlina Herlina Limyati, MSi, Psi dari Metamorphe Pshycological Service, menaruh capung pada pusar bukanlah solusi yang tepat. Karena sebenarnya ada dua faktor penyebab mengompol yaitu fisiologis dan psikologis.

Faktor fisiologis: Bisa saja ada kelainan/gangguan pada kandung kemih atau kurangnya kepekaan terhadap rasa ingin pipis. Akibatnya anak tidak sadar bahwa kandung kemihnya penuh sehingga tanpa disadari ia akhirnya mengompol. Dalam hal ini, perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter anak ya Bunda.

Faktor psikologis: Perlu ditelusuri apakah mengompol ini terjadi terus menerus sejak usia dini. Bila iya, mungkin ada proses belajar toilet training yang belum berhasil. Biasanya pada anak yang menggunakan popok sekali pakai (pospak), proses toilet training akan berlangsung lebih lama. Sebaiknya, bila anak masih menggunakan pospak, penggunaannya dihentikan dan biarkan ia merasa tidak nyaman apabila mengompol.

Kemungkinan lainnya, anak sedang mengalami penyesuaian terhadap perubahan atau pengalaman baru. Misalnya, ia punya adik, pindah rumah, atau masuk sekolah yang baru, sehingga terjadi regresi/kemunduran perilaku (tadinya sudah tidak mengompol, sekarang mengompol lagi).

Untuk mengatasi anak yang masih mengompol, cobalah untuk melakukan toilet training sedini mungkin. Bila anak sudah terlanjur mengompol, biasakan anak untuk membantu mengganti spreinya yang basah, namun tidak perlu sambil dimarahi karena mungkin saja anak pun merasa bersalah terhadap perilaku mengompolnya, dan memarahinya akan membuatnya semakin tertekan. Lalu biasakan anak untuk buang air kecil sebelum tidur ya Bunda.