Jenis Pola Asuh Pada Anak

06 August 2015 | by Administrator

Pola asuh yang baik mampu mengembangkan bakat dan kecerdasan Buah Hati. Dalam melakukan pola asuh, Bunda dan Ayah perlu melihat situasi dan kondisi yang dihadapi untuk kemudian memilih pola asuh mana yang harus diterapkan. Pola asuh sendiri dibedakan menjadi 3 jenis. Berikut penjelasannya

1. Pola Asuh Otoriter

Pola asuh yang dominan, sangat ketat dan tegas dimana biasanya pada pola asuh ini keinginan orang tua harus dituruti oleh anak. Pola Asuh ini memang cenderung kurang baik karena akan membuat anak depresi dan tertekan. Namun Bunda dan Ayah bisa menerapkan pola asuh ini untuk hal kebaikan misal dengan tegas melarang anak untuk tidak melakukan hal buruk seperti mencuri. Gaya pengasuhan ini cocok untuk anak-anak yang perlu tindakan tegas untuk membimbingnya atau untuk anak-anak yang memiliki masalah perilaku.

2. Pola Asuh Otoritatif:

Pola Asuh ini termasuk salah satu pola asuh yang terbaik karena mengedepankan kemandirian anak. Dalam pola asuh ini pengambilan keputusan ada pada Buah Hati. Orang tua pun cenderung responsive saat Buah Hati mengutarakan pendapant. Karena mengedepankan kemandirian, Bunda dan Ayah pun dapat menggunakan baik penghargaan dan hukuman atas setiap tindakan Buah Hati untuk melatih tanggung jawab. Gaya pengasuhan ini cocok pada anak yang tidak pemalu atau agresif.

3. Pola Asuh Permisif

Pola asuh ini cenderung memiliki kontrol yang rendah dengan memberikan kepercayaan serta kasih sayang yang berlimpah pada Buah Hati. Dalam pola asuh ini, anak diberi kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri dan orang tua tidak banyak mengatur. Pola asuh ini tidak dianjurkan untuk anak-anak pemberontak atau agresif.

Setelah mengetahui jenis-jenis pola asuh anak diatas, Bunda dan Ayah pun dapat mengidentifikasi jenis pola asuh mana yang bisa diterapkan dalam membimbing Buah Hati.

Yang paling terpenting adalah bagaimana Ayah dan Bunda sebagai orang tua bersama kompak dalam menentukan pola asuh apa yang akan diterapkan terhadap Buah Hati.

Sebagai anak yang sedang tumbuh dan berkembang, pastilah lingkungan juga mempengaruhi sikap dan sifatnya. Jika Buah Hati melakukan kesalahan, ada baiknya diberi pengertian bahwa apa yang dilakukan itu salah dan tidak baik sehingga anak-anak dapat mengerti , bukan hanya sekedar dilarang atau dimarahi.