Jika Melihat Fakta Ini, Yakin Bunda Masih Mengijinkan Buah Hati Makan Junkfood?

18 April 2016 | by Administrator

Makanan junkfood memang banyak digemari oleh orang-orang saat ini, terutama oleh anak-anak. Biasanya mereka tertarik dengan kemasannya yang menarik atau dengan makanannya yang enak. Meskipun sudah tahu bahwa junkfood kurang baik untuk dikonsumsi anak-anak, tetapi masih banyak orangtua yang memberikan junkfood kepada anak-anak mereka.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji tidak hanya menyebabkan obesitas pada anak-anak, tetapi juga mempengaruhi otak mereka. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Ohio State University menunjukkan bahwa makan makanan cepat saji bikin anak lamban dalam berpikir.

"Penelitian ini berfokus pada efek makanan pada obesitas anak-anak. Namun, penelitian ini pun memberikan bukti bahwa makan makanan cepat saji juga terkait dengan masalah lain, yaitu mengurangi kemampuan otak anak," kata pemimpin peneliti Kelly Purtell, seperti dilansir Health Daily Post.

Hasil yang diperoleh para peneliti tersebut setelah melihat data dari 8.544 anak-anak di sekolah-sekolah Amerika. Peneliti mengukur seberapa sering anak-anak itu makan makanan cepat saji pada usia 10 tahun, kemudian membandingkannya dengan nilai akademis mereka. Lalu, para peneliti mengulangi lagi penelitian mereka tiga tahun setelahnya.

Anak-anak yang makan makanan cepat saji hampir setiap hari memiliki nilai akademis yang lebih buruk. Para peneliti juga menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji membuat otak anak bekerja lebih lamban dan membuat mereka sulit untuk mengikuti pelajaran di sekolah.

Setelah mengetahui dampak buruk yang ditimbulkan ini, apakah anda sebagai orangtua masih akan membiarkan anak-anak mengkonsumsi makan junkfood? Tentu saja anda harus pintar dalam memberikan makanan sehat bagi anak-anak anda. Semoga bermanfaat.