Makanan Manis Membuat Anak Menjadi Hiperaktif?

02 May 2016 | by Administrator

Anak-anak memang tidak dapat dipisahkan dengan makanan yang mengandung gula atau makanan manis, seperti permen dan coklat. Sebagai orang tua, mungkin bunda menganggap hal itu wajar bagi anak-anak. Namun ada anggapan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis membuat anak menjadi seorang yang hiperaktif, benarkah itu?

Sebuah penelitian yang dirilis oleh Center of Science in The Public Interest dari Amerika Serikat justru menyebutkan fakta yang berbanding terbalik. Penelitian yang melibatkan produsen makanan, pakar kesehatan, dan badan kesehatan ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungannya pola makan sehari-hari anak-anak dengan perilakunya. Mereka pun berkata tidak ada hubungannya mengkonsumsi gula dengan perilaku hiperaktif pada anak.

Penelitian lain pun telah banyak dilakukan dalam 10 tahun terakhir untuk mengetahui apakah benar kandungan gula memang memberikan dampak buruk bagi perilaku anak. Berbagai penelitian tersebut bisa dilihat pada Journal of American Medical Association dan ternyata hasilnya pun tetap sama bahwa gula tidak memberikan dampak pada perilaku anak.

Walaupun dengan adanya bukti penelitian bahwa konsumsi gula tidak berdampak buruk pada perilaku anak, namun sebagai orang tua ada baiknya Bunda mengontrol makanan yang dikonsumsi oleh si Buah Hati. Efek negatif dari berlebihan mengkonsumsi gula adalah obesitas dan masalah diabetes. Selain itu, pada anak-anak yang terlalu menyukai makanan manis dapat menyebabkan sakit gigi atau membuat gigi si Buah Hati menjadi keropos. Untuk itu, boleh memberikan makanan manis pada anak asal tidak berlebihan dan tidak lupa untuk menggosok gigi setelah makan makanan manis.