Rangsang Kemampuan Bicara Anak

22 July 2016 | by Administrator

Si kecil sudah berusia 3 tahun tetapi masih kurang lancar dalam berbicara? Wajar saja Bunda dibuat khawatir akan hal itu. Jika sudah seperti itu, muncul lah anggapan bahwa hal tersebut disebabkan oleh faktor keturunan. Benarkah demikian?

Hal pertama yang perlu Bunda ketahui adalah, perkembangan anak dalam berbicara tergantung pada lingkungan tempat dia tumbuh kembang. Jika ia berada di lingkungan yang "kaya" akan suara dan bunyi-bunyian serta terus dilatih untuk berbicara, maka itu akan merangsang kemampuan anak untuk lebih lancar berbicara. Sebaliknya, jika tumbuh di lingkungan yang cenderung sepi dan menyendiri, biasanya hal itulah yang menyebabkan ia lambat berbicara.

Sebuah penelitian menunjukkan usia 4 sampai 5 tahun adalah sebuah periode kritis dan fase perkembangan bahasa dan bicara seorang anak. Jika pada fase ini tidak adanya paparan bahasa, maka keterampilan anak dalam berbahasa akan semakin sulit kedepannya. Sebenarnya dari sejak bayi anak sudah dapat diajak berkomunikasi, lewat tangisannya mereka mengungkapkan apa yang mereka inginkan, misalnya saat mereka haus atau lapar, mengantuk atau bahkan merasakan sakit. Sebuah penelitian di Colombia menyatakan kalau mayoritas bayi akan mengucapkan kata pertamanya adalah kata mama atau papa, karena mungkin kata itulah yang sering mereka dengar.

Oleh karena itu, sering-seringlah ajak anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi yang baik. Jika si kecil tidak mendapat rangsangan dari orangtuanya, maka tidak heran akhirnya ia menjadi lambat berbicara. Hal ini pula membuktikan bahwa faktor keturunan bukanlah yang mempengaruhi kemampuan berbicara anak. Namun faktor lingkungan dan stimulasi yang baiklah yang sangat berperan penting dalam hal ini.