Bu Sri, Serba Pas-Pasan Tapi Hidup Memberi Banyak Pelajaran

17 August 2016
Pepatah yang mengatakan "No one has ever become poor from giving" sangat tepat diberikan kepada Bu Sri yang saat ini bekerja sebagai penjaga perlintasan kereta. Pada usia 9 tahun dia pergi merantau ke Jakarta dari Wonogiri berjalan kaki selama 4 tahun hanya dengan menyusuri rel kereta dan tidak bermodal apapun. Pengalaman tersebut yang mendasari ia untuk membantu sesama, tidak peduli berapa banyak yang ia punya. Meski hidup serba pas-pasan, Bu Sri bersama suaminya justru semakin banyak memberi. Termasuk pilihannya untuk menjadi penjaga palang perlintas kereta, ia lakukan tanpa mengharapkan balas jasa.

"Selama saya mampu memberi, saya akan terus memberi meski hal kecil sekalipun", ujarnya. Mulai dari turut ambil peran dalam membangun musholla sekitar, menyumbang keramik untuk lantai musholla, membangun palang perlintasan kereta semua ia lakukan. Bahkan karena sifat kerendahan hati dan kedermawanannya, ketua RT setempat selalu mengunjungi Bu Sri terlebih dahulu jika akan meminta sumbangan. "Saya tidak punya banyak harta, saya juga tidak pernah menghitung harta, saya cuma ingin berbagi dan ingin hidup saya berguna bagi orang banyak. Dengan terus memberi saya juga tidak pernah kekurangan, karena adaaaa saja rejeki dari Tuhan" Katanya sambil tersenyum.

Kisah Bu Sri yang membuktikan jika kita memberi tanpa perhitungan, disitulah kita justru bertambah kaya. Seperti gambar kaki yang bersimpuh pada logo Cap Kaki Tiga, kaki yang bersimpuh melambangkan kerendahan hati yang harus dimiliki setiap orang yang berakhlak mulia. Kerendahan dan ketulusan hatinya memberi pelajaran kepada kita semua bahwa Tuhan akan membalas kebaikan kita sekecil apapun.

Seberapa inspiratif artikel ini?

Yuk berbagi artikel ini


Artikel terkini