Pak Majid, Tetap Beribadah dalam Bekerja karena Umur adalah Rahasia Tuhan

23 November 2016
            Teriknya siang dan dinginnya malam sudah menjadi teman Pak Majid sehari-hari dalam menjalani pekerjaannya sebagai penjaga rel kereta api. Pekerjaannya memang terlihat mudah, memastikan lintasan kereta api aman untuk dilintasi oleh kereta api. Namun Pak Majid tetap menjaga amanah yang sudah diberikan dan tidak menyepelekan pekerjaannya.
            Sudah sejak tahun 1980-an Pak Majid menjadi penjaga rel di sebuah daerah di Bogor, namun ia tidak ingat kapan tepatnya. Pak Majid dikenal ramah dan murah senyum oleh hampir semua pelintas yang melewati jalur tersebut setiap hari. Beliau memiliki 2 orang anak yang telah berkeluarga, dan 1 anak yang masih bujangan serta belum memiliki pekerjaan tetap. Kadang, si bungsu membantunya menjadi penjaga palang pintu rel kereta. 
            Beliau tinggal bersama istrinya, yang berumur 20 tahun lebih muda yang selalu sigap menyiapkan keperluan bekal untuknya setiap berangkat bekerja. Pak Majid mengaku masih semangat menjalani pekerjaannya. Sebab, pekerjaan ini satu-satunya yang bisa ia jalani dengan usianya yang genap 65 tahun. Meski guratan di wajahnya sudah sangat terlihat, namun semangat hidupnya sungguh  luar biasa dan pantang menyerah. 
            Setiap hari, bekal makan dan sarung selalu menjadi yang utama, sebab menurutnya itulah bekal paling wajib. “Takutnya, saya hilang nyawa di sini”, begitu katanya sambil tersenyum. Bekerja menjaga rel kereta api merupakan pekerjaannya, tetapi beribadah juga tidak pernah beliau lupakan karena merupakan kewajiban utama baginya terhadap Tuhan dan menjadi bekal di kemudian hari. 

Seberapa inspiratif artikel ini?

Yuk berbagi artikel ini


Artikel terkini