Pak Nanun, 21 Tahun Belajar Ikhlas Dengan Menjadi Tukang Sampah

31 August 2016
Pak Nanun, begitu ia biasa disapa, bukan hanya menjabat sebagai ketua RT di Kampung Stangklek, Depok, tapi juga berprofesi sebagai tukang sampah di kampungnya. Ia tidak malu menjadi tukang sampah, pekerjaan yang justru dihindari oleh orang-orang. Baginya menjadi tukang sampah bukanlah suatu hal yang hina dan keterpaksaan, melainkan sebuah kesadaran.
Jauh sebelum menjadi ketua RT, Pak Nanun telah sejak tahun 1995 menjadi tukang sampah di kampungnya. Tidak adanya petugas sampah yang mengambil sampah warga serta kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih membuatnya mengambil sampah-sampah warga yang dibuang di dekat pemukiman. 21 tahun ia berkelut dengan sampah hingga ia diangkat menjadi ketua RT. Warga percaya jika kampung Stangklek akan maju di bawah kepemimpinan Pak Nanun.
Meski dipercaya warga sekitar untuk mengelola kampung Stangklek, Pak Nanun tidak berniat untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang sampah. Sering ia dicemooh dan dianggap remeh orang yang bukan warganya karena pilihan pekerjannya, dari situ ia belajar tentang arti keikhklasan serta kerendahan hati. Ikhlas saat banyak orang memandang sebelah profesi tukang sampah dan tetap rendah hati saat beliau sadar masih banyak orang yang kurang beruntung di sekitarnya. Kedua hal itulah yang membuat Pak Nanun menjadi sosok yang lebih kuat dan tangguh dalam menjalani berbagai ujian hidup. Prinsip hidupnya adalah “Apapun yang kamu jalani, jalanilah dengan ikhlas agar bermanfaat untuk orang banyak”
       

Seberapa inspiratif artikel ini?

Yuk berbagi artikel ini


Artikel terkini