Penyelamat Hidup Orang Lain yang Penuh Pengabdian dan Ketulusan

14 September 2016
Selesai pulang kerja, aku memutuskan untuk berhenti di warung langganan untuk makan. Saat makan, pandanganku tertuju kepada sosok bapak tua yang tengah menghabiskan makanannya. Bapak ini terlihat terburu-buru menyantap makanannya. Tak lama lalu ia membayar dan pergi tergesa-gesa.
“Selamat bekerja Pak Misno, gak bungkus kopi nih?” Tanya Ibu Tumi pemilik warung.
“Nanti saja Bu, saya mampir lagi sebentar.” kata Bapak itu sambil pergi
Saat bapak tua itu pergi, Bu Tumi membuka pembicaraan “Bapak Misno ini semangat kerjanya luar biasa mas. Saya salut sama beliau. Sudah tua tapi tanggung jawab sama kerjaannya tinggi betul.”
“Emang bapak itu kerja dimana bu?”
“Di pos kereta itu, berkat beliau sekarang jarang ada kecelakaan disini” kata bu Tumi. “Pak Misno ini dulu bolak-balik bawa korban kecelakaan ke rumah sakit sendirian. Beliau pernah bilang sama saya, dia kerja tujuannya ibadah, gak peduli mau dapet berapa yang penting bisa nyelametin orang.”
Mendengar cerita Bu Tumi, aku memutuskan untuk mampir ke pos pak Misno untuk mendapat pelajaran hidup langsung dari sosok inspiratif ini. Dengan berbekal gorengan dan kopi favorit Pak Misno, malamku berlalu penuh arti tentang kehidupan.
Kisah Pak Misno ibarat kaki yang terarah keatas pada logo kami, yang melambangkan kehidupan yang harus selalu terarah pada ajaran tentang kebenaran yang bersumber dari Tuhan Yanag Maha Esa.
        

Seberapa inspiratif artikel ini?

Yuk berbagi artikel ini


Artikel terkini